BREAKING
Showing posts with label Religi. Show all posts
Showing posts with label Religi. Show all posts

Friday, February 2, 2018

Kehidupan Menurut Hukum Islam

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

ARTI TENTANG KEHIDUPAN MENURUT HUKUM ISLAM

.
Dunia, yang secara nyata dapat dinilai oleh setiap orang yang dapat melihat sebagai suatu alam dimana kehidupan senantiasa berputar dengan segala kesenangan dan kepahitannya, gelanggang dimana manusia dilepas untuk memainkan peranan tertentu yang dipilihnya.
Alam yang oleh sebagian besar manusia tertipu karenanya, terpedaya oleh kemolekannya.
Sebenarnya apa sih hidup di alam dunia ini?
Benarkah hakikatnya seperti zahirnya?
Untuk memahami hidup, tentu kita harus menilik kepada unsur-unsur yang terlibat di dalamnya yaitu siapa penciptanya, untuk apa diciptakan, dan bagaimana seharusnya kita hidup, dan bagaimana hubungan antara ketiganya pada sebelum dan sesudahnya.
|
Ketika kita memperhatikan alam, manusia, dan kehidupan, kita akan mendapatkan suatu yang sangat seimbang dan sempurna tanpa cacat. Sesuatu yang apik seolah-olah tak henti-hentinya diatur oleh sesuatu. Dan sesuatu itu tentunya adalah wajib adanya seperti wajibnya keberadaan seorang pembuat kursi atas sebuah kursi yang dapat kita indra.
Dan sesuatu itu adalah mesti bersifat maha kuasa dan maha sempurna serta maha cerdas, dikarenakan terlihatnya ciptaan-ciptaan yang bergitu agung yang berada pada diri kita juga di sekeliling kita tempat kita menjalani kehidupan yang keberadaannya bergitu nyata.
Allah-lah Zat Yang Maha Cerdas itu, yang telah menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan, sebagaimana firman-Nya :
“Dia yang menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari (6 masa tertentu). Kemudian Dia bersemayam di atas arsyi,… ” (QS. Al-Hadid :4)
Ayat di atas menandakan bahwa Allah-lah pencipta langit dan bumi, termasuk kehidupan di dalamnya, dan tidak benar ketika ada orang yang mengatakan bahwa kehidupan ini ada dengan sendirinya atau teori-teori ilmuwan lain mengenai penciptaan alam semesta yang menampik keberadaan Allah sebagai satu-satunya yang terlibat dalam penciptaan itu, seperti pendapat para penganut paham Sosialis komunis.
Kemudian ayat :
“Dialah Tuhan di langit dan di bumi. Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui“  (QS. Az-Zukhruf :84)
Di samping sebagai pencipta, ternyata Allah jugalah penguasa langit dan bumi, hidup dan kehidupan.
Oleh karena kita sudah meyakini bahwa pencipta dunia beserta kehidupan di dalamnya adalah Allah Yang Maha Esa. Maka adalah hal yang mustahil apabila seorang kreator Yang Maha Cerdas tidak mengetahui hakikat ciptaannya beserta tujuan ciptaan-Nya.
Seperti mustahilnya seorang perancang software tidak mengenal seluk beluk karyanya atau tidak mengetahui untuk aplikasi apa program yang telah dirancangnya dengan segala daya upayanya.
Allah SWT sangat mengenal hakikat ciptaan-Nya yaitu kelebihan dan kelemahannya serta Dia juga mempunyai seperangkat tujuan atas karya-karya terebut, termasuk tujuan diciptakannya hidup dan kehidupan. Dalam firman-Nya :
“Hidup di dunia ini, tak lain hanya kesenangan dan permainan. Sesungguhnya kampung akhirat, itulah kehidupan yang sebenarnya. Jika mereka mengetahui” (QS. Al-Ankabut :64)
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia, hanya pergurauan, permainan, perhiasan dan bermegah-megahan antara kamu serta berlomba-lomba banyak pada harta benda dan anak-anak….hidup di dunia ini tak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”  (QS. Al-Hadiid :20)
“Katakanlah, kesenangan dunia Cuma sedikit dan akhirat lebih baik bagi orang yang bertaqwa”  (QS. An-Nisaa’ :77)
Subhannallah, ternyata kehidupan dunia yang kita agung-agungkan tidak lain hanyalah gelanggang permainan. Yang namanya permainan, senang bukan senang benaran, susah juga bukan susah benaran.
Semuanya hanya sandiwara, tinggal bagaimana kita menyikapi kehidupan itu sendiri. Ternyata pula bahwa ada alam lain yaitu alam akhirat yang lebih kekal dan itulah kehidupan yang sebenarnya.
Dunia hanya tipuan Allah untuk menguji hamba-hamba-Nya. Yang dinyatakan-Nya pada ayat lain yaitu :
“Tuhan yang menciptakan mati dan hidup, karena hendak menguji kamu, siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya” 
(QS. Al-Mulk :2)
Ternyata hidup di dunia ini adalah salah satu fase kehidupan manusia menuju ke alam yang lain yaitu alam akhirat setelah sebelumnya mengalami kematian dan berdiam di alam barzakh (alam kubur). Allah SWT berfirman :
“Katakanlah: Allah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghimpunkan kamu di hari kiyamat, yang tak ada keraguan padanya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” 
(QS. Al-Jatsiyah :26)
Alam yang akhirat mempunyai aturan main yang berbeda dengan alam dunia. Aturan main yang baku, yang telah di tentukan oleh penciptanya dan tak seorangpun yang kuasa mengubahnya.
Yaitu bahwa orang yang beriman dan beramal saleh, menaati Allah dan rasul serta bertaqwa akan selamat dan dimasukkan ke dalam kesenangan abadi yaitu syurga.
Allah SWT berfirman :
“Orang-orang yang beriman dan beramal saleh -tiadalah Kami berati seseorang melainkan sekedar tenaganya- mereka itulah penghuni syurga mereka kekal di dalamnya”  (Q.S Al-A’raaf : 42)
“Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa karena kemenangan mereka, mereka tiada disentuh oleh azab dan tidak pula mereka berduka cita”  (Q.S Az-Zumar :61)
Sebaliknya orang yang kafir, zalim, fasik, durhaka serta banyak dosa akan di masukkan ke dalam azab yang keras, dan abadi. Naudzu billah mindzalik. Sebagaimana firman-Nya :
“Orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, mereka menjadi kayu api bagi neraka jahannam” (QS. Al-Jin :15)
“Ingatlah, sesungguhnya orang-orang zalim itu berada dalam azab yang kekal” (QS. Asy-Syuuaraa :45)
“Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya baginya neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya”
(QS. Al-Jin :23)
Walhasil, ternyata kita hidup punya tujuan yaitu negeri akhirat, dan bagaimana hidup yang benar itu adalah hidup dengan menaati aturan Allah yang semuanya tercantum dalam Al-Quran Wassunnah.
|
Jalan kehidupan tiap – tiap manusia ditentukan oleh dirinya sendiri.
Di tangan kita sendirilah nasib kita, tergantung jalan mana yang kita pilih.
Jalan ketaatan atau jalan kedurhakaan.

Friday, August 28, 2015

Memantapkan Hati Ketika Dihadapkan Pada Pilihan yang Sulit

Sebagai seorang manusia, makhluk yang diciptakan Allah dengan akal dan pikiran, tentu sudah menjadi sebuah hal yang wajar jika saat kita dihadapkan pada pilihan di kehidupan ini, ada rasa ragu atau sedikit bingung. Hal tersebut wajar, karena sebagai manusia, hamba yang tak ada apa-apanya di hadapan Allah Yang Maha Kuasa, kita tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Apakah pilihan yang akan kita ambil ini benar atau salah. Karena masa depan, memang hanyalah Allah yang tahu.
Namun, bukan berarti saat kita ragu dan bingung kita harus menyerah dan diam begitu saja. Atau juga jangan sampai kita asal memilih langkah tanpa ada pertimbangan matang. Karena semua penyesalan letaknya adalah di belakang. Untuk itu, saat kita sedang dalam keadaan bingung atau ragu dalam mengambil sebuah keputusan, terutama pilihan besar dalam kehidupan kita di masa depan, lakukanlah beberapa hal berikut ini:

1. Shalat Istikharah

Yang pertama jelas adalah menanyakan kepada Allah SWT, Pencipta kita. Dialah yang harus menjadi tempat tujuan pertama dalam setiap apa yang akan kita lakukan. Niatkan dengan tulus bahwa pilihan yang akan kita ambil adalah demi kebaikan di atas jalanNya. Dan menanyakan kepada Allah, adalah dengan cara berdo’a kepadaNya. Memohon petunjuk dan kemantapan hati lewat shalat istikharah.
Shalat Istikharah
Shalat Istikharah 
Shalat istikharah ini berjumlah dua rakaat, di luar shalat wajib dan waktunya tak terbatas siang atau malam. Namun biasanya lebih banyak orang melakukannya di malam hari, terutama di waktu sepertiga malam sebelum atau sesudah shalat tahajud, karena waktu tersebut adalah waktu yang mustajab untuk berdo’a. Yaitu waktu di mana Allah akan memberikan banyak kesempatan untuk mengabulkan permintaan kita.
Shalat istikharah biasanya dilakukan untuk meminta petunjuk dan kemantapan hati dari Allah, atas pilihan yang akan kita ambil dalam kehidupan kita. Biasanya shalat istikharah dilakukan seseorang saat akan melangsungkan pernikahan demi memantapkan pilihannya, atau saat memilih pekerjaan yang akan diambil. Allah akan memberikan petunjukNya kepada kita dengan kemantapan hati kita pada satu pilihan terbaik, dan akan memudahkan jalannya.

2. Meminta Do’a dan Pertimbangan Orangtua

Bagaimanapun juga, Ayah dan Ibu adalah dua orang yang harus kita nomor satukan sebelum siapapun. Terutama dalam meminta restu. Karena restu dan ridho orangtua adalah ridho Allah. Tentunya, jika memang ridho orangtua tersebut adalah demi kebaikan sang anak di jalan Allah.
Meminta Do’a dan Pertimbangan Orangtua
Meminta Do’a dan Pertimbangan Orangtua 
Tentunya pun dalam urusan pilihan hidup sang anak. Orangtua, terutama bagi anak laki-laki, atau anak-anak yang masih lajang dan belum memiliki pasangan, memiliki pertimbangan yang sangat penting.
Maka ketika kita merasa bingung dan ragu akan memilih pilihan yang mana dalam kehidupan kita untuk masa depan yang terbaik, setelah bertanya pada Allah lewat shalat istikharah, jangan lupa kita temui orangtua untuk meminta restu dan pertimbangan dari mereka. Kalau perlu minta kedua orangtua kita untuk juga ikut shalat istikharah dan bertanya kepada Allah. Maka ketika Allah telah ridho dan kedua orangtua juga ridho, maka jalan menuju pilihan yang diambil akan semakin mudah. In shaa Allah.

3. Meminta Nasehat dari Ulama atau Orang yang Paham

Selain orangtua, kita memang perlu mendatangi orang ketiga. Maksudnya adalah orang yang paham, atau bisa juga seorang ulama yang memiliki ilmu agama serta akhlaq yang baik. Dengan meminta pertimbangan atau nasehat dari mereka, maka kita bisa mempertimbangkan langkah, dengan mengambil pengalaman yang baik sebagai contoh dan membuang pengalaman yang buruk.
Meminta Nasehat dari Ulama
Meminta Nasehat dari Ulama 
Kita bisa juga mendatangi teman atau sahabat atau senior yang sudah pernah mengalami permasalahan pilihan seperti yang sedang kita alami, atau ustadz/ah yang kita percaya mampu kita ambil ilmunya. Sekaligus selain meminta pertimbangan dan nasehat, kita juga meminta do’a dari mereka.

4. Menanyakan Pada Hati

Yang terakhir adalah setelah semua ikhtiar atau usaha mencari kemantapan dilakukan, kita tinggal bertanya pada hati kita. Jika memang shalat istikharah kita dilakukan dengan niat yang tulus, orangtua ridho, dan do’a-do’a dari sahabat atau ulama yang kita temui juga sampai pada Allah, maka hati kita akan merasakan kemantapan.
Menanyakan Pada Hati
Menanyakan Pada Hati 
Dan tentunya setelah kemantapan kita dapat, maka tak usah berlama-lama lagi dalam kita melangkah. Segera ambil kesempatan yang ada di depan kita, dan bersegeralah dalam meraih kebaikan. Karena Allah menyukai hambaNya yang bersegera menyongsong kebaikan daripada menunda-nundanya.
Itulah keempat hal yang harus kita lakukan jika kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang membuat kita sedikit bingung dan ragu dalam kehidupan ini. Semoga bermanfaat dan apapun pilihan kita, semoga semuanya bermuara pada kebaikan dan syurga Allah. Aamiin.

Baitul Makmur, Kiblat Para Malaikat di Langit Ketujuh


Saat melaksanakan shalat, Umat Islam dari segala penjuru menghadap ke Ka’bah sebagai arah kiblat.  Bangunan berbentuk kubus ini terletak di jantung Masjidil Haram dan dikelilingi oleh ribuan manusia setiap hari.

Sedikit orang yang tahu, bahwa ternyata tidak hanya satu ka’bah yang ada di alam semesta ini. Berdasarkan Al-Quran dan hadist, ada dua Ka’bah yang dipercaya menjadi rumah Allah. Selain ka’bah yang dibangun di Mekkah, ternyata ada satu lagi Ka’bah yang menjadi arah kiblat  penduduk langit. 

Ka’bah tersebut bernama Baitul Makmur dan terletak di langit ketujuh. Layaknya ka’bah di dunia, Baitul Makmur juga dikelilingi oleh malaikat setiap hari untuk melakukan tawaf. Berdasarkan hadist Nabi, letak ka’bah di langit ini sejajar dengan ka’bah yang berada di bumi. Sebagaimana penduduk bumi memakmurkan ka’bah maka penduduk langit juga memakmurkan baitul makmur.

Nabi Muhammad SAW melihat langsung Baitul Makmur ketika melaksanakan Isra Mi’raj untuk menjemput perintah salat. Sesampainya di langit ketujuh, Nabi bersama Malaikat Jibril disambut oleh Nabi Ibrahim AS. Ketika itu sang Rasulullah melihat Baitul Makmur yang dikelilingi ribuan malaikat. Kisah ini diceritakan Nabi yang artinya: 

“Lalu aku melihat Baitul Makmur. Akupun bertanya kepada Jibril. “Ini adalah Baitul Makmur, setiap hari, tempat ini dikunjungi 70.000 Malaikat untuk melakukan shalat di sana. Setelah mereka keluar, mereka tidak akan kembali lagi ke tempat ini.” (HR. Bukhari 3207 & Muslim 162).

Baitul  makmur juga menjadi salah satu tempat yang dijadikan Allah sebagai Sumpah-Nya. Seperti diketahui bahwa makhluk Allah yang menjadi sumpah berarti termasuk makhluk yang mulia. Baitul Makmur dalam Al-Qur’an disebutkan dalam surat At-Thur  yang artinya, “dan demi Baitul Ma’mur, dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api,” (QS. At-Thur: 4-6).

Baitul Makmur bermula saat Allah SWT hendak menciptakan khalifah di bumi. Saat itu keputusan Allah SWT ini dipertanyakan oleh para Malaikat. Seperti kalam Allah dalam Al-Baqarah : 30 yang artinya “Kenapa Engkau hendak menciptakan khalifah dibumi, yaitu orang-orang yang akan berbuat kerusakan & saling menumpahkan darah, sedangkan kami ini (para Malaikat) masih selalu bertasbih, bertauhid, dan mesucikan Engkau”, Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku lebih mengetahui terhadap apa yang kalian tidak ketahui” (Al-Baqarah : 30)

Ternyata jawaban Allah membuat malaikat merasa berdosa.  Kemudian untuk menebus segala dosa-dosanya, golongan malaikat ini berthowaf (berkeliling) Arsy sebanyak 7 kali. Allah kemudian memerintahkan kepada para malikat itu untuk turun ke bumi dan membangun sebuah Baitullah (Ka’bah). Tujuannya agar jika Adam (manusia) berbuat dosa, dapat diampuni dengan berthowaf mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali. 

Namun ketika banjir pada zaman Nabi Nuh AS, Allah mengangkat Baitullah ini ke atas langit. Di sisi Ka’bah tersebut dibangun sebuah menara yang kira-kira tingginya adalah sepanjang 500 tahun perjalanan. Apabila telah datang hari Jum’at, malaikat jibril naik keatas menara dan mengumandangkan adzan, Malaikat Israfil yang membacakan khutbah Jum’at nya dan sholat Jum’at diimami oleh Malaikat Mikail, diikuti oleh seluruh Malaikat yang berada di Baitul Makmur tersebut. 

Bangunan  ini memiliki kedudukan yang sangat mulia, maka nama ini tidak boleh digunakan untuk menamakan satu rumah, atau tempat, atau bangunan apapun. Sebagaimana kita tidak boleh memberi nama tempat di sekitar kita dengan nama Ka’bah atau Baitul Haram, atau nama-nama lainnya yang diagungkan. Karena termasuk bentuk penghinaan dan agar tidak dianggap menyerupakan. 

Sekiranya jika ada yang kurang dalam pembahasan artikel ini mohon ditambahkan. Jika ada yang salah mohon dikoreksi. Allah SWT penguasa segala pengetahuan di alam semesta.

Friday, July 3, 2015

Kisah Nyata Dokter Yang Berbicara Dengan Pasien Sakaratul Maut


Ilustrasi

Setiap orang pasti mengalami yang namanya kematian. Sebelum kematian itu datang, seseorang akan menghadapi yang namanya sakaratul maut, detik-detik menegangkan dan menyakitkan sebelum seseorang benar-benar meninggal.

Dikutip laman Syahida, seorang dokter bernama Dr Khalid Al-Jubair di Arab Saudi, pernah mengalami pengalaman yang menakutkan, di mana ia pernah berbicara dengan orang yang sedang menghadapi sakaratul maut.

Dr.Khalid Al- Jubair yang merupakan seorang ahli bedah jatung di Arab Saudi, menceritakan kejadian menakutkan yang dialaminya ketika berbincang dengan pasiennya yang sedang sekarat.

Suatu hari seorang perawat menelepon Dr Khalid bahwa ada pasien yang infusnya tidak berjalan dengan baik pada tangan sebelah kanannya, konsekuensinya harus dipindahkan ke tangan sebelah kirinya.

Dr Khalid Al-Jubair (foto: YouTube)

Dr Khalid pun menghampiri pasien tersebut, yang sudah dirawat di rumah sakit selama 6 bulan. Pada 5 bulan pertama ia masih berbincang-bincang dengan Dr Khalid, dan pada bulan keenam, pasien itu pingsan secara total dan tidak bisa bergerak sedikitpun.

Maka didatangilah pasien tersebut oleh Dr Khalid, dia mengecek tangan sebelah kirinya untuk mencari urat untuk dimasukkan infus. Tiba-tiba dia dikagetkan ketika pasien yang tak sadarkan diri itu berbicara dengannya.

"Dr.Khalid apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu Dr.Khalid?" ujar pasien itu.

"Ya betul saya Dr.Khalid." jawab Dr Khalid.

"Apa yang akan kamu lakukan?" tegas pasien tersebut.

"Saya akan mencari urat tangan kiri Anda untuk dimemasukan infus," jawab sang dokter.

Lalu pasien itu berkata, "Tidak! Kamu tidak akan menemukan urat tersebut karena saya sudah menjadi mayat."

"Tidak kamu bukan mayat," tegas Dr. Khalid.

Kemudian pasien itu berkata, "Wahai dokter! Saya sudah menjadi mayat."

"Tidak! Kamu bukan mayat," Dr Khalid menjawab dengan tegas.

"Wahai dokter saya sudah menjadi mayat, saya mellihat apa yang tidak kamu lihat. Sungguh saya melihat malaikat maut berada di depan saya sekarang," ujar pasien tersebut.

Tangan pasien itu masih berada di genggaman Dr Khalid, dan kemudian kemudian dia teringat dengan salah satu hadist yang shohih dari Al-Barro' bin adzib radhiyallahu'anhu, di mana Rasulullah SAW bersabda, " Apabila salah seorang dari kalian menghadap akhirat dan meninggalkan dunia (sakaratull maut) dan ia tergolong orang sholeh maka ia akan melihat (sejauh mata memandang), para malaikat yang putih wajahnya. Mereka adalah para malaikat ramah dan ia akan melihat kedudukanya di surga."

Selama lebih dari 30 tahun pengabdiannya di rumah sakit, Dr Khalid pernah mengalami kejadian serupa, di mana ia melihat tiga orang yang menghadapi sakaratul maut, sebelum mereka meninggal.

"Wahai dokter janganlah kamu buat cape dirimu, sungguh aku telah melihat kedudukanku di surga dan para bidadari telah disiapkan untukku," ujar salah satu pasien pertama yang sekarat.

"Bahwa sesunguhnya saya telah mencium aroma surga sekarang," kata pasien sekarat kedua.

"Sungguh saya melihat surga sekarang," ujar pasien ketiga yang sekarat.

Dalam ilmu medis, orang yang sedang menghadapi sakaratul maut tidak akan bisa berbicara ataupun bergerak. Tapi, pengalaman yang diceritakan Dr Khalid benar-benar sangat mengejutkan, di mana ia mampu berbicara dengan orang yang sekarat dan mengetahui apa yang sedang dihadapi seseorang yang diambang kematian.

Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana. Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan kepada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya."

Semoga kisah ini mengingatkan kita bahwa sebagai manusia, suatu saat nanti kita pasti mengalami yang namanya kematian. Oleh karena itu, sebelum kematian itu tiba dan semua pintu amal tertutup, mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Wednesday, June 24, 2015

Penyebab Terhalangnya Rezeki

Sebagai hamba Allah SWT, kita telah diciptakan secara sempurna dengan segala kelengkapannya, termasuk bagian rezeki kita.Tak satupun dari makhluk-NYA yang Dia terlantarkan. Cicak yang tidak bisa terbang saja ditakdirkan rezeki yang berupa makanan yang hidupnya terbang, yaitu nyamuk. Apakah cicak kesulitan mendapatkan nyamuk yang suka terbang kesana kemari? Tentu tidak bukan? Allah telah menciptakan kelengkapan bagi cicak menangkap nyamuk, meski cicak tak bisa terbang. Apalagi kita manusia, makhluk yang paling sempurna diciptakan oleh-NYA.

Pada prinsipnya, rezeki kita telah Allah jamin pemenuhannya. Tapi, jaminan ini juga membutuhkan partisipasi aktif dan kerjasama kita agar rezeki tersebut bisa sampai ke tangan kita. Dengan begitu, kita harus aktif berusaha dan tentu berdoa dalam menjemput rezeki. Allah Maha Luas Pemberian Rezeki-NYA. Jadi, jangan takut tidak kebagian.
ilustrasi mencari rezeki 
Tapi adakalanya sebuah rezeki terasa sulit, seret, meski kita telah bersusah payah menjemputnya. Hal itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang menjadi terhalangnya rezeki, apa sajakah itu?
Faktor-faktor yang dapat menjadi penghalang rezeki :
  1. Proses pencarian rezeki yang tidak bersih

    Hendaknya dalam mencari rezeki, pastikan semuanya ditempuh dengan cara yang bersih, halal. Proses pencarian rezeki yang halal, akan menghasilkan rezeki yang halal dan berkah.
  2. Hilangnya ketawakalan dalam diri

    Tawakal artinya berserah diri pada Allah SWT. Dalam proses pencarian rezeki, kita hendaknya selalu percaya pada Allah SWT. Sehingga ketika kita mendapati kejadian yang tidak diharapkan dalam proses penjemputan rezeki, kita mengembalikan semua perkara itu Allah SWT untuk mencari hikmahnya, selalu berbaik sangka kepada Allah dan tetap berusaha menjemput rezeki yang baik. Sebagaimana QS. At-Thalaaq 3 yang artinya : Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. 
  3. Perbuatan dosa dan maksiat

    Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR. Ahmad). Maka segeralah bertobat dan menjauhi maksiat, agar rezeki kita semakin lancar.
  4. Terlalu sibuk dengan duniawi

    Mencari dunia tidak dilarang. Malahan bagus bila kita mencari dunia, untuk keperluan akherat, misal menampung anak-anak yatim. Namun jangan sampai kesibukan duniawi kita, membuat lalai pada Allah SWT.
  5. Malas bersedekah

    Sedekah adalah salah satu cara memperlancar rezeki. Sedekah sekecil apapun akan dibalas, meski itu sebesar biji sawi. Satu sedekah akan dibalas Allah sebanyak 7 kali, bahkan sampai 700 kali. Firman Allah SWT pada QS. Al-Baqarah 261 : Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Maka dari itu, ayolah semangat bersedekah, dimulai dengan tetangga sekitar kita yang membutuhkan.

Friday, July 25, 2014

Kata Mutiara Idul Fitri Lebaran 2014 1435 H Bijak

TeknoFlas.com - Ucapan selamat hari raya Idul fitri kini makin banyak fariasinya. Tidak hanya dengan kata – kata mengucapakan selmaat hari raya Idul Fitri. Namun kini sudah ada kata – kata mutiara yang bagus dan sangat cocok dikirimkan untuk teman, saudara ataupun kerabat. Di hari raya Idul Fitri kita akan kembali lagi ke fitrah, berharap setelah sebulan berjuang mendapatkan pahala dan Ridho Allah kita akan terlahir menjadi pribadi yang baru. Dengan kepribadian yang lebih baik, ibadah yang lebih baik dan menjadi muslim dan muslimah yang taat pada Allah SWT.
Kata Mutiara Idul Fitri Lebaran 2014 2435 H Bijak
Tidak usah bingung lagi dalam merangkai kata – kata ucapan Selamat hari raya Idul Fitri. Pada postingan kali ini akan kami share Kumpulan Kata – kata mutiara Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2435H tahun 2014 yang sudah terangkai indah. Karena tidak afdhol rasanya jika kita merayakan hari raya Idul fitri dengan tidak saling memaafkan, baik itu pada teman, saudara ataupun kerabat. Tetaplah menjaga tali silaturahmi meskipun tidak dapat bertemu secara langsung, karena teknologi kini semakin canggih anda dapat memanfaatkan sosmed yang ada untuk mengucapkannya. Berikut kumpulan Kata – kata mutiara Selamat hari Raya Idul Fitri yang dapat anda kirimkan.
  • 10 jari ku susun rapi, hati indah seharum bunga melati, Sms ini sebagai pengganti diri, mohonkan maaf setulus hati, selamat hari raya idul fitri.

  • Sungguh jemari tak sampai untuk berjabat, dan ragaku tak sampai bertatap, kini beduk telah di taabuh, takbir telah menggema, dengan ketulusan hati ku haturkan salam hangat tuk menyambut hari raya idul fitri.

  • Mawar bersemi indah mewangi, keharumannya menyapa nurani, sms ini mewakili hati, Selamat hari Idul fitri.

  • Saatnya menyambung kasih tuk merajut silaturrahmi, dengan beralaskan ikhlas, karena semasa hidupku bersimbah dengan salah dan khilaf, dengan kerendahan diri, aku berharap engkau mau membasuh semua maafku, Met lebaran.

  • Begitu indah bulan ramadhan Hingga dapat berpuasa dengan penuh ketaatan, dan indahnya lebaran, kita dapat saling memaafkan, selamat menyambut datangnya hari raya idul fitri.

  • Idul fitri telah tiba, kemenangan telah di raih, dengan ketulusan jiwa terdalam, ku mohon bukakanlah pintu hatimu tuk membuka pintu maafmu kepadaku.

  • Perawan merajut benang menjadi kain, menunggu mekarnya bunga dalam jambangan, walau hanya sms yang terkirim, namun serasa telah berjabat. minal aidhin walfaiizin.

  • Ketika hati menjadi bersih, kebahagiaan hadir tanpa beban, tanpa syarat. Setelah sebulan penuh menahan hawa nafsu dan cobaan, lahirlah hati yang bersih dan suci. Dalam ketulusan, mari kita sebarkan senyum, saling memaafkan, sebagai bukti syukur kita kepada-Nya. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1435 H. Mohon maaf lahir dan bathin.

  • Just to say “sorry” for all mistake thatr I ever done forgive me yaa? Hope you have a great idul fitri.

  • Sepatu baru ada, celana baru ada, baju baru ada, kopiah baru juga ada. Tapi, yang belum kupunya adalah maaf darimu… Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin…

  • Hati kadang tak sebening XL. Tak secerah Mentari dan Fren. Aku mohon Simpati-mu untuk Bebaskan aku dari segala dosa. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin!!!

  • Kala lebaran, betapa aku merasakan nikmatnya makan ketupat. Tapi akan lebih nikmat lagi, tentu ucapan memaafkan darimu, sobat! Selamat lebaran, mohon maaf lahir dan bathin…

  • Kita pernah bersama dalam canda dan duka, adakalanya idah salah berucap, mata salah memandanng, hati salah menduga. Maka di hari yang fitri ini, buka hati berikan maaf yang tulus. Maaf lahir dan bathin.

  • Selamat! Anda telah memenangkan tiket ke syurga dengan syarat memaafkan kesalahanku. “Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin…”

  • Satukan hati, bulatkan tekad, ‘tuk meraih kemenangan di hari yang fitri. Berikan aku sejuta maafmu. Met lebaran, ya?!!

  • Tiada kata yang lebih baik terucap di hari yang fitri selain “minal aidin wal faidzin” mohon maaf lahir dan bathin.

  • Bila ada kata merangkai dusta, ada ucap berbunga lara, dan ada langkah berbuah dosa, kumohon maaf yang sebesar-besarnya. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin.

  • Seiring kumandang takbir di 1 Syawal, kumohon maaf darimu. Keikhlasan untuk memaafkan merupakan sesuatu yang indah. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin.

  • Ketika khilaf berlabuh di jiwa akal pun terombang-ambing, kesalahan koyakkan hati, pikiran beku dalam nafsu dan emosi. Selamat Idul Fitri, mooohon maaf lahir dan bathin.

  • Jika hati sejernih air, jangan biarkan ia keruh. Jika hati seputih awan, jangan biarkan ia menendang. Jika hati seindah bulan, hiasi ia dengan iman. Maaf untuk semua kesalahan. SELAMAT IDUL FITRI, MINAL AIDIN WAL FAIDZIN.

  • Agungkan kebesaranNya.. Syukuri ampunannya.. Lapangkan hati di hari nan fitri.. Selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan bathin.

  • Taqoballah mina wa minkum. Selamat hari raya idul fitri. Mohon maaf lahir dan bathin.

  • Hari kemenangan telah tiba.. Gema takbir pun dikumandangkan. Walau mata tidak saling menatap, tangan tidak berjabat, Dari lubuk hati yanng dalam mengucapkan: Selamat Idul Fitri, Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahirr dan bathin.

  • Andai tangan tak sempat berjabat, setidaknya kata-kata masih dapat terungkap.. Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin.

  • Tiada pemberian terindah selain dimaafkan dan tiada perbuatan termulia selain memaafkan, Selamat idul fitri 1435 H ya, mohon maaf lahir dan bathin…

  • Berharap pada di dalam lesung yang ada hanya rumpun jerami, harapan hati ingin berrtemu langsung yang terlayang hanya sms ini… Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan bathin.

  • Seiring gema takbir berkumandang, terimalah niat suci ini untuk mengucap mohon maaf lahir dan bathin.

  • Wishing you the light of faith, the warm of home, the love of family… All the deepest joys of ied, minal aidin wal faidzin.

  • Hari kemenangan telah di pelupuk mata.. Izinkan hari memohon maaf dengan tulus atas segala salah dan khilaf.. Taqoballah minna wa minkum.. Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin.

  • Dosa laksana lentera di samudera kegelapan. Hari kemenangan segera datang, maafkanlah segala khilaf dan dosa, agar bersih dalam menyambutnya. Minal aidin wal faidzin, maaf lahir bathin…

  • Memaafkan kesalahan seseorang tentu merupakan kebaikan. Aku mohonmoaaf lahir dan bathin atas segala khilaf selama ini. SELAMAT IDUL FITRI 1435 H…

  • For all bad things and mistake I’ve ever done, let me ask your forgiveness for those onres on a special day when joy and happiness are around… Happy Lebaran Day…

  • Selama sebulan kita berpuasa,, Sekarang telah datang hari kemenangan,, Apabila ada kesalahan yang kurang berkenan di hati mohon dimaafkan,, Minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan bathin.

  • Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Tetapi manusia dinilai dari akal budi dan perilakunya. Di saat ia tabah melawan coba. Di saat kita ikhlas membagi hak pada sesama. Selamat Idul Fitri.
Artikel Terkait :
Ucapan Selamat Lebaran 2014: Kata-Kata Hari Raya Idul Fitri 1435 H

Nah, itulah kumpulan kata – kata mutiara ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435H yang dapat anda kirimkan. Kata – kata yang terangkai indah untuk emwakili diri kita dalam saling memaafkan setiap perbuatkan kita baik itu yang disengaja ataupun tidak sengaja. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi anda. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435H

Tuesday, July 1, 2014

PUASA, MUJAHADAH DAN PAHALA

Ramadhan selalu saja memberikan suasana yang berbeda apabila dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu dan saat-saatnya memang unik dan demikian spesial di dalam dada-dada kaum muslimin yang menunaikannya, berupa shaum dan ibadah-ibadah lainnya.

Di awal-awal Ramadhan ini, Allah kembali memberikan kesempatan emas bagi hidup kita sesuai dengan usia yang telah kita lewati sepanjang sejarah kita. Peluang itu memang mahal dan begitu utama di mata Allah swt. Banyak sekali keutamaan yang tiada batas dari Allah swt. Sehingga wajar jika Allah mengkhususkan pahala shaum ini dengan ungkapan bahasa "Wa anaa ajzii bihi" (dan Aku yang akan membalas puasa itu). Berapa kadarnya? Wallahu a'lam. Karena memang ibadah ini mencakup semua keadaan pada diri seorang mukmin. Diamnya dinilai zikir dan bicaranya dinilai ibadah. Bagi mereka yang benar-benar ingin mendapatkan nilai pahala yang besar, hendaknya benar-benar memanfaatkan momentum yang hanya sebentar ini. Tapi, kaya akan pahala di sisi Allah swt.

Puasa, memang bukan hal yang asing bagi kita selaku umat muslim. Namun yang perlu diperhatikan adalah cara menggapai semua janji-janji agung dari Allah swt yang terdapat di dalamnya. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan ini, hanya karena disibukkan dan dilalaikan dengan pekerjaan dunia kita sehari-hari. Merugilah orang yang sibuk dengan dunia yang mengakibatkan terlalaikannya ibadah-ibadah di bulan Ramadhan itu.

Kita tahu bahwa kategori umat Islam dalam melaksanakan ibadah puasa ini terbagi menjadi beberapa kelompok:

Kelompok puasa awam. Yakni puasanya orang-orang awam secara keseluruhan, di mana bagi mereka shaum Ramadhan itu hanya sekedar menahan lapar dan dahaga saja. Tidak lebih dari itu. Sehingga bisa kita saksikan tidak banyak ibadah-ibadah lainnya yang ia kerjakan selain yang fardhu-fardhu saja.

Kelompok puasa khusus. Yakni, puasanya orang-orang yang beriman yang selain mengendalikan aktifitas makan, minum dan berhubungan suami-istri, juga mengendalikan anggota tubuh lainnya dari perbuatan dosa. Selain itu mereka juga menambah ibadah-ibadah itu mereka dengan tilawah al-Qur'an sebanyak mungkin. Bahkan khatam berkali-kali untuk mengikuti sunnah Rasulullah saw. Selain itu, mereka mengamalkan sunnah-sunnah Ramadhan seperti ifthor shoim (memberi buka orang berpuasa saat menjelang maghrib tiba), shodaqoh jariyah, infak, zakat dan lain-lain.

Kelompok puasa khusus bil khusus. Kelompok ini berada di atas dua tingkatan sebelumnya. Inilah puasanya orang-orang shaleh terdahulu, para nabi dan rasul. Puasanya mereka sama sekali tidak memikirkan makanan dan minuman. Malah hatinya pun tidak terdetik untuk memikirkan ifthor nanti pakai lauk apa dan lain sebagainya. Dengan ketakwaannya yang tinggi, hati mereka juga ikut puasa dari hal-hal kecil yang bisa melalaikan mereka dari zikrullah dan meraih fadhilah puasa.

Saudaraku..Mari kita tunaikan 'hadiah' ibadah dari Allah ini dengan melakukan berbagai ketaatan secara maksimal. Dengan kata lain, tidak ada puasa dan meraih pahala, kecuali dengan melakukan mujahadah (bersungguh-sungguh) di tengah-tengah kesibukan kita mencari nafkah dan bermasyarakat. Mujahadah mengejar fadhilah-fadhilah yang Allah sediakan.

Seperti misalnya memburu lailatul qodr. Rasulullah saw:
"تحروا ليلة القدر فى العشر الأواخر"

"Burulah malam kemuliaan di sepuluh terakhir Ramadhan."(HR. Muslim)

Redaksi hadits ini menggunakan bahasa 'carilah' atau 'burulah' malam lailatul qodri. Ia mengisyaratkan kepada kita untuk sigap dan bermujahadah secara all out. Sebagaimana yang dilakukan oleh istri-istri nabi ketika mereka i'tikaf di masjid dengan mengikat bagian tubuh mereka agar tetap kuat berdiri dalam shalatnya.

Demikian pula dengan hadits:
من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
"Barangsiapa yang menegakkan shalat di malam Ramadhan dengan landasan iman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."(al-hadits)

Begitu pula dengan suri teladan dari Rasulullah saw yang setiap malam mengaji dan mengkaji al-Qur'an bersama malaikat Jibril alaihissalam. Itu semua memberikan isyarat bahwa ibadah di bulan Ramadhan ini harus dilakukan dengan penuh mujahadah, walaupun mungkin fisik kita kurang memungkinkan. Kalau ganjaran yang Allah berikan tidaklah tanggung-tanggung, yakni surga, maka sudah sepantasnya lah kita mengoptimalkan semua potensi yang kita miliki untuk meraihnya.

Dengan mengerti bahwa pahala, ampunan dosa dan rahmat tidak bisa diperoleh melainkan dengan kerja keras dan sungguh-sungguh dalam melakukannya, maka Insya Allah janji yang telah Allah sediakan untuk kita, tidak akan lama lagi kita peroleh di penghujung Ramadhan nanti. Dan Allah tidak akan mengingkari janji-Nya.

Wallahu a'lam bish-showab.

Tuesday, January 14, 2014

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW



Asal Muasal Maulid Nabi Muhammad SAW Berkembang di Indonesia
 Selasa hari ini, 14 Januari 2014, semua kaum Muslimin di Indonesia telah merayakan atau memperingati hari lahir Sang Pencerah, Nabi terakhir, penutup dari para Nabi yakni junjungan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Lebih familiar disebut Maulid Nabi Muhammad SAW. Atau, Maulud Nabi. Semua penjuru tanah air ini merayakan atau memperingati hari kelahirannya. Dan pada tahun ini memasuki tahun 1435 Hijriyah pada hitungan Tahun Islam.
Jika menurut istilah pengertian Maulid Nabi Muhammad SAW atau Bahasa Arabnya mawlid an-nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal, 12 Rabiul Awwal dalam penanggalan Hijriyah. Dan menurut bahasa pengertian kata mauled atau milad dalam Bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan dimana merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara substansi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah sebuah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW seluruh umat di dunia.
Maka tadi malam  ataupun hari ini kaum Muslimin sudah mulai merayakan dan memperingan Nabi Muhammad SAW. Siapapun kita sudah pantas menjunjung dan menghaturkan shalawat serta salam padanya. Nabi paling sempurna! Tanpa cacat dan dosa. (Ini ketika saat Nabi Muhammad masih usia belia saat menggembala kambing di gurun kalbunya sudah disucikan oleh malaikat Jibril dengan air zam-zam).
Dan inilah sejarah awal mula Maulid Nabi Muhammad SAW
Sebenarnya sejarah awal mula Maulid Nabi Muhammad SAW ada dua pendapat yang saya ketahui. Namun dalam tulisan ini saya bukan mencari perbedaannya atau bagaimana sejarah awal memperingati hari lahir Nabi Muhammad berkembang. Apalagi membicarakan bid’ah tentang peringatan ini tetapi melainkan saya hanya mencari sumber dan menulis dari sudut pandang kecintaan kaum Muslimin pada junjungan Baginda Rasulullah SAW. Itu saja. Bukan dari mana awal muasal hari kelahiran itu bersumber dan segala bid’ahnya itu. Saya tidak membahas hal itu di sini.
Memang ada yang mengatakan Maulid Nabi Muhammad SAW pada mulanya diperingati untuk membangkitkan semangat umat Islam. Sebab waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris.
Kita mengenal musim itu sebagai Perang Salib atau The Crusade di tahun 1099 M. Tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan persaudaraan ukhuwah. Meskipun ada satu khalifah tetap satu dari Dinasti Bani Abbas di kota Baghdad sana, namun hanya sebagai lambang persatuan spiritual.
Sultan Salahuddin Al-Ayyubi ketika ia menjabat menjadi seorang gubernur pada tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada Dinasti Bani Ayyub. Dia mengatakan; bahwa semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada Nabi mereka. Dia mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal kalender Hijriyah, yang setiap tahun berlalu seharusnya dirayakan secara massal.
Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari khalifah di Baghdad yakni An-Nashir, ternyata khalifah setuju. Maka pada musim ibadah haji bulan Dzulhijjah 579 H (1183 Masehi), Salahuddin sebagai penguasa haramain (dua tanah suci, Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji, agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialkan kepada masyarakat Islam di mana saja berada, bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 M) tanggal 12 Rabiul-Awal dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.
Tetapi menurut para ahli sejarah, seperti Ibn Khallikan, Sibth Ibn al-Jauzi, Ibn Kathir, al-Hafizh al-Sakhawi, al-Hafizh al-Suyuthi dan lainnya telah bersepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan al-Muzhaffar, bukan dari Shalahuddin al-Ayyubi.
Awal Maulid Nabi Muhammad SAW berkembang di Indonesia.
Dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara, perayaan Maulid Nabi atau Muludan sudah dilakukan oleh Wali Songo untuk sarana dakwah dengan berbagai kegiatan yang menarik masyarakat agar mengucapkan syahadatain sebagai pertanda memeluk Islam. Itulah sebabnya perayaan Maulid Nabi disebut Perayaan Syahadatain, yang oleh lidah Jawa diucapkan Sekaten
Pada zaman kesultanan Mataram, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW disebut “Gerebeg Mulud”. Kata “gerebeg” artinya mengikuti, yaitu mengikuti sultan dan para pembesar keluar dari keraton menuju masjid untuk mengikuti perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, lengkap dengan sarana upacara, seperti nasi gunungan dan sebagainya. Di samping Gerebeg Mulud, ada juga perayaan Gerebeg Poso (menyambut Idul Fitri) dan Gerebeg Besar (menyambut Idul Adha).
Maka dari itu tidak menyampingkan persoalan apakah peringatan merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini adalah bid’ah atau tidak. Bagi saya dalam Madarirushu’ud Syarhul Barzanji sudah dikisahkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Siapa menghormati hari lahirku, tentu aku berikan syqfa’at kepadanya di Hari Kiamat.” Pun diaminkan pula oleh Umar bin Khattab. “Siapa yang menghormati hari lahir Rasulullah sama artinya dengan menghidupkan Islam!”
Jadi saya tidak ada alasan mengatakan bahwa memperingati perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW itu bid’ah atau tidak. Sebab sudah terjawab jelas dari sabda tersebut di atas.

Monday, November 4, 2013

MUHARRAM BULAN YANG MULIA

Bulan Muharram-atau yang lebih dikenal masyarakan Jawa dengan nama bulan suro-bukanlah bulan sial. Bukan pula waktu dimana kita harus menghindari aktivitas atau hajatan besar di bulan ini. Akan tetapi bulan ini adalah bulan yang Allah muliakan. Sepantasnya juga kita memuliakan bulan ini dengan ibadah dan amalan sholeh…
Bulan Muharram Bulan Suci
Kaum muslimin yang berbahagia, di dalam syariat islam telah dijelaskan kemuliaan bulan Muharram. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya 4 bulan suci. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah : 36).
Empat bulan suci tersebut adalah bulan Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Sebagaimana sabda Rasulullah sholallahu ’alaihi wasallam (yang artinya), “Satu tahun itu ada 12 bulan. Di antaranya ada 4 bulan haram, yaitu 3 bulan berturut-turut, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram serta Rajab yang berada di antara bulan Jumada dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 2958).
Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan,”Dinamakan bulan haram karena ada dua alasan. Pertama, karena diharamkan pembunuhan pada bulan tersebut sebagaimana hal ini juga diyakini orang jahiliyyah. Kedua, karena pelarangan untuk melakukan berbagai perbuatan haram pada bulan tersebut lebih keras dari pada bulan-bulan lainnya.” (Lihat Zadul Maysir, Ibnul Jauziy).
Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma menjelaskan tentang firman Allah surat at-Taubah ayat 36  diatas, “Allah mengkhususkan 4 bulan yang haram dan menegaskan keharamannya. Allah juga menjadikan dosa pada bulan tersebut lebih besar. Demikian pula pahala amal saleh pada bulan tersebut juga menjadi lebih besar.”
Sangat disayangkan sebagian kaum muslimin masih percaya dengan berbagai mitos tentang bulan Suro. Misalnya, masih banyak yang takut mengadakan acara pernikahan di bulan Suro dengan alasan bisa mendatangkan sial, seperti perceraian, dililit utang, atau yang lain. Ada yang takut bepergian jauh  di bulan Suro dengan alasan bisa mendatangkan sial, seperti kecelakaan, kematian, atau yang lain. Mereka menunda aktivitasnya ke bulan yang lainnya.
Janganlah mencela waktu 
Kaum muslimin -yang dirahmati Allah-, sesungguhnya Allah melarang kita untuk mencela dan menganggap sial suatu waktu tertentu, termasuk bulan Muharram ini. Dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, Rasulullah sholallahu ’alaihi wasallam bersabda (yang artinya), ” Allah ta’ala berfirman, “Anak Adam telah menyakiti-Ku, ia mencela dahr (waktu), padahal Aku yang menciptakan waktu. Di tangan-Ku segala perkara, Aku memutar malam dan siang”. (HR. Bukhari no. 5827 dan Muslim no. 5824)
Demikian pula hadist nabi yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya),” Thiyarah(menganggap sial sesuatu) adalah syirik, thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik.” (HR. Abu Daud no. 3910 dan Tirmidzi no. 1614, Tirmidzi mengatakan hadist ini hadist hasan shahih).
Dan termasuk thiyarah adalah keyakinan sebagian masyarakat kita yang menganggap bulan suro (muharram) adalah bulan sial. Thiyarah dapat mengurangi tauhid seseorang, karena dalam thiyaroh terdapat dua hal yaitu memutus tawakkal kepada Allah dan bertawakkal kepada selain Allah serta bergantung pada sesuatu yang tidak jelas. (Lihat AlQoulul Mufiid ‘ala Kitabit Tauhid, karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, terbitan Daar Ibnil Jauzi halaman 358)
Jika seorang melakukan tathoyyur disertai keyakinan sesuatu tersebut yang mendatangkan manfaat dan madhorot, maka dia terjatuh kedalam syirik akbar. Jika dia melakukan tathoyyur disertai keyakinan bahwa Allah yang mendatangkan manfaat dan madhorot, sesuatu tersebut hanya sebagai sebab saja, maka dia terjatuh ke dalam syirik asghar.
Perjalanan waktu telah diatur oleh Allah ta’ala. Barangsiapa yang mencacinya, berarti dia mencaci pengaturnya, yaitu Allah. Dan barangsiapa yang mencaci Allah, berarti telah merendahkan Allah. Sesungguhnya kesialan atau musibah merupakan bagian dari taqdir Allah yang ditimpakan kepada hambaNya yang dikehendaki.
Jika memang kebetulan kita terkena musibah di bulan ini, tentu bukan karena kesialan bulan muharram ini. Tetapi semua musibah itu disebabkan karena dosa dan kemaksiatan yang kita lakukan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Telah tampak musibah di daratan dan di lautan, disebabkan oleh perbuatan tangan manusia. Allah ingin merasakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan dosa mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS.Ar-Rum: 41)
Puasa yang sangat utama
Pada bulan Muharram, kita dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunah. Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya), ”Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yaitu bulan Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 2812).
Jangan lewatkan pula puasa Assyura’ yaitu puasa pada tanggal 10 Muharram. Dari Abu Qotadah radhiyallahu ’anhu berkata,”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arofah? Beliau menjawab,”Puasa Arofah(puasa pada tanggal 9 dzulhijjah) akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyuraa’? Beliau menjawab,”Puasa ’Asyura’ akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 2804).
Dan kita juga dianjurkan untuk berpuasa di tanggal 9 Muharram untuk menyelisihi kaum yahudi dan nashrani. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bercerita, Ketika  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa Asyura’ dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. Kemudian ada shahabat yang berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya hari Asyura adalah hari yang diagungkan orang yahudi dan nasrani. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Tahun depan, kita akan berpuasa di tanggal sembilan.” Namun, belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamsudah diwafatkan”. (HR. Bukhari).

Renungan pergantian tahun
Tidak terasa kita telah berada di awal tahun baru hijriyyah. Begitu cepatnya perjalanan waktu ini. Usia kita di dunia semakin berkurang, itu artinya kita semakin dekat dengan kehidupan akhirat. Benarlah apa yang dikatakan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu,“Hari-hari dunia ini semakin lama semakin meninggalkan kita. Hari-hari akhirat semakin lama semakin menanti di hadapan kita, setiap darinya memiliki anak, maka jadilah engkau anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia, karena sesungguhnya hari ini adalah hari untuk beramal dan tidak ada penghisaban, dan besok (hari akhirat) adalah hari penghisaban amal dan tidak ada lagi hari untuk beramal” (HR. Bukhari).
Maka saudaraku -di jalan Allah- marilah kita senantiasa menginstropeksi diri kita. Selama ini, apa sajakah yang kita kerjakan?. Sudah cukupkah bekal kita untuk menghadap Allah dan mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita?. Marilah kita merenungkan firman Allah ta’ala,“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Allah dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan” (QS. Al-Hasyr : 18).
Akhirnya, marilah kita memperbanyak amal sholeh dan meninggalkan keyakinan-keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran islam. Islam bukan berarti melarang semua adat istiadat dalam masyarakat. Hanya saja, adat istiadat yang tidak sesuai dengan ajaran islam, terlebih lagi yang mengandung kesyirikan dilarang keras dalam islam. Karena kesyirikan adalah kelancangan dan kejahatan yang sangat besar terhadap hak Allah ta’ala. Nasihat ini adalah untuk diri kami sendiri dan untuk kaum muslimin. Kami hanya menginginkan sebagaimana yang diucapkan oleh nabi Syu’aib kepada kaumnya“Aku tidak bermaksud kecuali mendatangkan perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan pertolongan Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (QS. Hud : 88)
Wallahu ’alam bis showab
sumber;buletin. muslim or.id

Sunday, August 4, 2013

ANTARA SYUKUR DAN SABAR

 - “Sungguh menakjubkan atas orang beriman, bahwa semua urusannya baik bagi dirinya. Dan itu tidak akan terjadi kecuali pada orang beriman. Apabila diberi sesuatu yang menyenangkan, ia akan bersyukur, dan apabila diberi musibah/sesuatu yang tidak menyenangkan, ia akan bersabar. Dan kedua-keduanya baik baginya.” (Hadits Riwayat Muslim).

Tentu kita semua telah merasakan dalam kehidupan yang kita jalani ini ada dua hal yang biasa dirasakan, yaitu rasa berbahagia dan menyenangkan kita, dan rasa sedih berduka dan menderita saat mengalami musibah. Apa yang hendaknya yang bisa kita lakukan apabila menerima dua hal  tersebut?

Tatkala kita mesti bersyukur, yakni ketika kita merasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang mana semua itu berasal dari Allah SWT, pemberian dari Allah SWT, maka kita juga harus berterima kasih kepada Allah SWT, yaitu dengan banyak beribadah kepada-Nya, dan memenuhi hak syukur lainnya.

Jelas kenikmatan itu berasal dari Allah SWT, misalnya Allah SWT-lah yang mengkaruniakan mata sehingga kita bisa membaca. Apabila kita bersyukur, maka tentu dengan anggota tubuh itu kita manfaatkan untuk di jalan Allah SWT, seperti membaca Alquran, menuntut ilmu, dan sebagainya. Anugerah kaki kita manfaatkan untuk berjalan di jalan Allah SWT, seperti berjalan ke mesjid, atau ke pengajian-pengajian, serta tempat-tempat yang diridhoi dan diberkahi Allah SWT. Demikian pula apabila Allah SWT memberi kenikmatan berupa terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan kita, maka rasa syukurnya dengan memberikan sebagian harta kita kepada mereka yang membutuhkan, seperti anak yatim, orang miskin melalui infak, melalui sedekah. Demikianlah sejatinya rasa syukur kita kepada Allah SWT.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS an-Nahl [16]: 18).

Tetapi bagaimana apabila kita menerima musibah… maka kita harus bersabar dan harus tetap tenang dan berusaha sekuat tenaga untuk mengatasi musibah tersebut. Tidak lupa kita ridho menerima kondisi tersebut. Tatkala terjadi pada masa lalu, maka kita rencanakan untuk tidak melakukan kesalahan yang sama di masa mendatang, sehingga tidak terjadi lagi musibah karena kesalahan tersebut.

Dengan demikian kita patut bersyukur atas nikmat Allah SWT, dan juga bersabar manakala menerima musibah dari Allah SWT

4 BAGIAN TUBUH RASULULLAH YANG MASI TERSIMPAN UTUH


Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir dan panutan seluruh umat Islam yang ada di perbagai penjuru dunia. Muhammad adalah salah satu manusia pilihan dan segala hal yang beliau lakukan menjadi tuntutan dan contoh bagi pemeluk agama Islam.

Muhammad lahir pada abad 570 Masehi, wafat 8 Juni 632 Masehi.Wajah Nabi Muhammad SAW tidak pernah terabadikan dalam lukisan atau sketsa apapun. Tidak ada yang tahu bagaimana wajah dan sosok Nabi Muhammad SAW.

Ada peraturan bahwa tidak boleh menggambar wajah Nabi Muhammad atau mencoba membuat ilustrasinya. Karena itulah umat Islam begitu ingin bertemu dengan Muhammad kelak, di Surga.Walau wajah Nabi Muhammad tidak tergambarkan namun beberapa bagian tubuh beliau ternyata masih tersimpan. Ada beberapa bagian tubuh beliau seperti rambut dan telapak kaki yang disimpan di Museum Topkapi, Turki. Anda ingin tahu apa saja bagian dari Rasulullah yang masih ada hingga kini?


Beberapa sahabat Rasulullah mengatakan bahwa rambut beliau panjang sebahu dan sering rontok. Oleh sahabat, rambut beliau dikumpulkan dan disimpan. Beberapa helai rambut Rasulullah yang rontok ternyata masih awet hingga kini. Rambut Rasulullah ada yang berwarna hitam dan putih. Dikisahkan rambut beliau halus dan bagus.


Dahulu Rasulullah terkadang tidak menggunakan alas kaki ketika berjalan. Karena itulah telapak kaki beliau tercetak di beberapa tempat. Ada satu cetakan telapak kaki Rasulullah yang tersimpan di museum Topkapi dan asli bahwa itu adalah benar dari telapak kaki Rasulullah.


Rambut dari dagu beliau tersimpan di museum Topkapi. Janggut ini jatuh ketika Rasul mencukurnya. Tukang cukur langganan Rasulullah bernama Salman dan juga menjadi tukang cukur bagi sahabat Rasulullah. Walau disunahkan untuk memelihara janggut namun Rasulullah tidak membiarkan janggut di dagunya tumbuh tidak beraturan.

Rasulullah kehilangan 4 giginya saat perang uhud. Dalam perang ini, Rasulullah kalah karena kurang bala pasukan dan banyak yang tertawan. Setelah perang usai, sayangnya hanya dua gigi beliau yang ditemukan. Gigi ini kemudian dibersihkan dan disimpan. Gigi beliau masih awet hingga hari ini di museum Topkapi.

Kebesaran Allah SWT pada bagian-bagian tubuh Rasulullah membuat umat Islam semakin yakin akan kuasaNya. Allah SWT memberi Rasulullah kesempurnaan sebagai seorang manusia dan kebijaksanaan serta kemampuan untuk memimpin umatNya. Bila suatu saat Anda berjalan-jalan ke Turki maka Anda bisa mengunjungi museum Topkapi di Istanbul, ladies.

Friday, July 19, 2013

MANFAAT BERPUASA DAN HIKMAHNYA DI BULAN RAMADHAN




Manfaat Berpuasa dan Hikmahnya di Bulan Ramadhan, bulan ramadhan adalah bulan yang suci, dimana selama 30 hari kita akan di tuntut dan di wajibkan untuk berpuasa. Tidak hanya itu, kita juga harus bisa menahan hawa nafsu kita dari segala godaan baik makanan,minuman, amarah, jengkel , marah dan sebagainnya.

Kebanyakan orang sekarang tidak menjalankannya dengan penuh atau malah tidak menjalankan nya sama sekali. Padahal itu merupakan kewajiban bagi orang islam, malah merupakan Rukun Islam . andai orang-orang yang tidak menjalankan itu tahu betapa besar dari Manfaat Berpuasa  di Bulan Ramadhan mungkin mereka tidak akan melewatkan bulan suci Ramadhan ini dengan begitu saja. maka dari itu saya akan membagi beberapa manfaat dan hikmah berpuasa di bulan Rhamadan yang saya cari di buku dan mbah google.

Manfaat Berpuasa


1.Saat berpuasa, sekitar 600 miliar sel dalam tubuh menghimpun diri agar dapat bertahan hidup. Dengan berhimpunnya 600 miliar sel, daya tahan tubuh seseorang akan semakin tangguh.

2.Memberikan kesempatan pada alat-alat pencernaan yang pada hari-hari tidak berpuasa bekerja ekstra keras.

3.Membebaskan tubuh dari racun, kotoran dan ampas (seperti tinja, urin, CO2, dan keringat) yang berarti membatasi suplai makanan yang masuk ke dalam tubuh, penumpukan racun dan kotoran dapat dicegah, dengan begitu akan mengurangi risiko penumpukan bakteri, virus seperti kuman yang merupakan racun di dalam tubuh, sehingga menghentikan makanan untuk bakteri–virus dan sel kanker–sehingga tidak mampu hidup dalam tubuh manusia.  

4.Adanya peningkatan sel darah putih yang sangat penting bagi kekebalan tubuh terhadap berbagai infeksi.

5.Meningkatkan daya serap makanan yang semula hanya menyerap gizi sebesar 35 % dari semua gizi yang dikandung dalam makanan menjadi hampir mencapai 85 %.    

6.Bermanfaat pada proses pengobatan pasien obesitas yang sering menjadi pemicu penyakit-penyakit seperti jantung, hipertensi, dan gangguan kardiovaskuler.

7.Mampu memperbaiki fungsi-fungsi hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang berkaitan dengan reproduksi.

8.Cadangan energi yang tersimpan dalam tubuh (dalam sel kulit dan berbentuk lemak) dikeluarkan sehingga melegakan pernafasan organ tubuh serta sel-sel penyimpannya yang menjadikan kulit segar dan lembut. Kulit yang semula kendur akan berganti makin kencang dan tidak gampang berkerut.

9.Mengobati stroke, hipertensi, hipotensi, diabetes melitus, pengerasan pembuluh darah.

10.Mencegah serangan kanker hati, kanker lambung, hepatitis, pendarahan otak; gangguan ginjal, radang tenggorokan, radang hidung, amandel, dan radang kandung kemih.

11. Anda belajar menjadi orang yang lebih sabar dan tenang

12. Puasa Bisa mengurangi berat badan
Puasa merupakan cara yang paling cepat, efektif untuk mengurangi berat badan, detoksifikasi , penyembuhan dan memperpanjang kemungkinan harapan hidup baik dengan cara preventif maupun kuratif.

13. Puasa sebagai terapi nutrisi yang natural
Puasa adalah salah satu cara penyembuhan alami terhebat yang pernah ada. Hampir bisa dikatakan bahwa puasa adalah obat dari semua masalah. Hewan pun secara insting akan berpuasa jika sakit. Puasa bisa mengalirkan kembali energi yang terpendam, lebih kreatif dan lebih merasa hidup. Memang puasa yang dimaksud adalah untuk mengatur orang yang overnutrisi dibandingkan yang malnutrisi. Masalah penyalahgunaan diit, pola makan westernisasi di negara dunia ketiga, telah menumbuhkan berbagai macam penyakit degeneratif seperti atherosklerosis, hipertensi, penyakit jantung, alergi, diabetes dan kanker. Puasa dapat membantu menyembuhkan penyakit ini dan juga mencegahnya.

14. Hidup lebih baik dengan berpuasa
Karena dengan puasa tidak hanya tubuh anda menjadi lebih sehat tapi juga hati anda InsyaAllah menjadi lebih bersih.


15. Berpuasa akan mengistirahatkan sistem pencernaan kita
Mungkin selama kita hidup, hanya puasa yang dapat membuat istirahat secara fisiologis pada sistem saluran cerna kita, perbanyak makan buah dan sayuran untuk membantu proses ini

Hikmah Puasa Ramadhan

1. Meningkatkan ketaqwaan
Sebagaimana firman Allah dalam Alquran, “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183).
2. Meningkatkan rasa syukur atas segala nikmat Allah
Wahai orang-orang kaya, bersedekahlah kepada orang-orang fakir pada bulan Ramadhan mulia ini, memberilah seperti pemberian orang yang tidak takut miskin. Berdermalah dengan harta dan kebaikan kepada saudara-saudaramu yang membutuhkan, jadilah orang yang mensyukuri nikmat Allah. Rasulullah SAW telah bersabda: “Allah sungguh ridha pada hamba yang memakan makanan lalu memuji-Nya atas makan itu atau meminum minuman lalu memuji-Nya atas minuman itu” (HR. Muslim).
3. Orang yang berpuasa menyibukkan hatinya dengan pikir dan zikir.
Karena bila menuruti hawa nafsunya maka akan membuatnya lalai bahkan mengeraskan hati. Karena itu Rasulullah SAW mengarahkan untuk meringankan makan dan minum. Sabda Rasulullah : "Tidak ada wadah yang diisi penuh oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu suapan yang dapat menegakkan punggunya, jika dia tidak mampu, maka 1/3 untuk makanannya, 1/3 untuk minumnya dan 1/3 untuk nafasnya" (HR. Ibnu Majah).
Demikian  Manfaat Berpuasa dan Hikmahnya di Bulan Ramadhan, semoga anda bisa lebih mengerti betapa indahnya bulan sici ramadhan dengan segala manfaat serta Hikmahnya. terimakasih dan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa.sebarkan kebaikan Ramadhan dengan ucapan Ramadhan untuk sesama muslim.
 
Copyright © 2013 CAK YITNO
Design by FBTemplates | BTT